Senin, 15 Agustus 2016

APA DAN BAGAIMANA MERANCANG SEBUAH PROYEK PERUBAHAN

Proyek Perubahan atau disingkat PROPER, merupakan suatu istilah dalam Diklat Kepemimpinan pola baru di lingkungan ASN pada semua jenjang. 
PROPER kadang menjadi seperti sebuah momok bagi pejabat structural yang akan mengikuti Diklat PIM maupun yang sedang melaksanakannya. Lalu apa dan bagaimana sebenarnya merancang Proyek Perubahan tersebut.
Sebelumnya mohon maaf jika saya membuang dulu istilah ATM (Amati Tiru Modifikasi) sebagai mana muatan pada materi Diklat PIM, bukan menyalahkan tindakan tersebut, tetapi mengajak untuk bagaimana menghasilkan PROPER yang sebenar-benarnya sesuatu yang inovatif atau sebenar-benarnya invention (temuan baru).
Tuntutan sebuah PROPER adalah tidak bersifat technical problem atau masalah tehnis yang setiap hari menjadi tugas rutin kita di kantor, tetapi harus bersifat adaptive challenge atau bersifat memiliki tantangan adaptif. Dari karakter PROPER ini dapat disimpulkan adalah suatu yang diluar tugas sehari-hari di kantor, tetapi lebih mengarah kepada manfaat yang dapat diberikan setelah PROPER dikerjakan.
Hal ini menuntut seorang agen perubahan atau reformer untuk meningkatkan imajinasi, peka membaca masalah yang ada dan menciptakan solusi yang bisa saja luar biasa bahkan sedikit nyeleneh dengan catatan tidak menabrak aturan yang ada.
Lalu bagaimana sesuatu dapat dikategorikan sebuah inovasi ? Sesuatu dapat masuk dalam kategori sebuah inovasi jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1) Memiliki ciri khusus, 2) Memiliki unsur pembaharuan, 3) Melalui program yang terencana dan 4) Memiliki tujuan.
Sesuatu yang inovatif haruslah bermanfaat bagi inovatornya dan orang lain. Secara umum inovasi juga dibagi dalam dua bagian penting yakni :
a.Inovasi yang terjadi karena sengaja (invention) : Inovasi invention adalah proses munculnya suatu hal baru dari kombinasi hal-hal lama yang telah ada.
b.Inovasi yang terjadi tanpa sengaja  (discovery) : Inovasi discovery adalah penemuan hal baru, baik berupa alat ataupun gagasan. Discovery dapat menjadi invention, ketika masyarakat mengakui dan dapat memanfaatkan hasil inovasi tersebut.
Dari pengertian inovasi yang terdapat diatas, sesuatu yang dapat dikatakan inovatif ketika memenuhi beberapa syarat, antara lain sebagai berikut; 1) Baru 2) Berbeda dari sebelumnya atau yang telah ada 3) Memberikan manfaat bagi inovator dan orang lain.
Dalam menghasilkan sebuah PROPER, diawali dengan membaca suatu kondisi yang riil dan kondisi ideal yang diharapkan. Lalu inovasi apa yang dapat dibuat untuk mencapai kondisi ideal tersebut. Itulah yang dimaksud dengan area perubahan. Biasanya reformer akan membagi tiga tahapan tujuan dari apa yang dibuat, yakni tujuan jangka pendek, menengah dan panjang.
Ketiga tahapan ini focus pada domain berbeda yakni, pada jangka pendek PROPER terlaksana dengan perubahan masih dalam domain merubah mindset. Pada skala jangka menengah atau ± 6 Bulan kedepan dapat menjangkau domain perubahan kultur dan pada domain jangka panjang telah berhasil merobah perilaku yang benar-benar sesuai tuntutan PROPER yang telah dilaksanakan.
Disaat pelaksanaan PROPER, reformer akan berhadapan dengan 2 kali breakthrough (BT) . BT 1 tahapan pencarian dukungan instansi dan pada BT 2 adalah tahapan implementasi seperti yang telah dituangkan dalam perencanaan.
Yang tidak kalah penting juga adalah pemahaman terhadap sosialisasi proyek yang dilaksanakan dan launching. Terkadang kesalah pahaman terjadi yaitu melaksanakan sosialisasi tetapi memberi label launching. Padahal Launching adalah peluncuran, dengan kata lain setelah proyek perubahan diimplementasi dan telah dinyatakan lulus ujian, barulah launching dilaksanakan. Dengan demikian keberlanjutan proyek perubahan akan dapat digaransi dan bukan sekedar menggugurkan kewajiban saat diklat kepemimpinan.
Yang terakhir, abaikan pe rankingan sebab tidak ada yang layak di ranking jika 40 peserta dapat menyelesaikan 40 proyek perubahan yang berbeda satu sama lain. Hindari kompetisi tidak sehat diantara peserta, malah sebaiknya saling bahu membahu dalam mencari solusi untuk rekan anda.
Jangan membuat pencitraan seakan PROPER anda hebat dengan membayar media sana sini untuk menayangkannya, sebab hal ini malah akan menjadi boomerang di kemudian hari jika keberlanjutannya tidak ada atau sekedar sandiwara.
Sebisa mungkin ciptakan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan Negara sebagai bekal kita hidup di dunia dan akhirat. Jadilah seorang pemimpin yang berkarakter dan berintegritas melalui PROPER yang diciptakan.
Sistematika penulisan layout proposalnya seperti ini :
A.    Identifikasi Proyek
1.        Project Name             :
2.        Project Leader           :
3.      Deskripsi                    :
4.      Sumber Daya :
a)    Tim Kerja
b)   Fasilitas
c)    Regulasi
B.     Latar Belakang
C.    Tujuan Perubahan
1.      Tujuan Jangka Pendek      :
2.      Tujuan Jangka Menengah :
3.      Tujuan Jangka Panjang     :
D.    Manfaat Perubahan
1.      Manfaat Bagi Instansi
2.      Manfaat Bagi Pemerintah Daerah
3.      Manfaat Bagi Bangsa Dan Negara
E.     Ruang Lingkup
F.     Milestone
G.    Identifikasi Stakeholder
Stakeholder pada proyek perubahan ini adalah :
1.      Stakeholder Internal
2.      Stakeholder Eksternal
H.    Stakeholder Mapping

I.       Peran Dan Pengaruh Stakeholder

J.      Potensi Masalah Dan Penanggulangannya
   
Memang belum ada aturan baku perihal sistematika penulisan PROPER, baik layout proposal maupun penulisan laporan akhir, tapi sistematika ini yang pernah penulis dan rekan lainnya gunakan. 
Akhirnya mari kita berkomitmen, stop semua pencitraan, tanamkan bahwa plagiat dan pencitraan adalah aib yang menempel di wajah kita sebagai agen perubahan. Ikhlas dan istiqomah, semoga Tuhan selalu bersama kita. Amiin. Selamat berinovasi dan menjalankan Proyek Perubahan. Salam 

Selasa, 09 Agustus 2016

INSPIRASI SENI PERANG ALA SUN TZU 4 (TAMAT)

Hanya sampai di sini apa yang bisa disampaikan mengenai filosofi seni perang ala Jenderal SunTzu, Semoga bisa menginspirasi dan bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.