Rabu, 20 Juli 2016

Flat Earth - Bumi Datar - Dibenarkan 7 Teori Ini

Tanpa banyak kata pengantar, sebaiknya saya langsung saja ya.

1. Pencetus Bumi Bulat Bukanlah Galileo

Seringkali teori bumi bulat dinisbatkan pada Galileo ataupun Copernicus pada permulaan abad kebangkitan di eropa. Sedang pada masa sebelumnya diklaim pencetusnya adalah Al-khawarizmi, salah satu astronom muslim abad pertengahan yang brillian.
    Teori bumi bulat atau heliosentris dengan matahari sebagai pusat tata surya sudah dikenalkan sejad abad 420 SM oleh Martianus Capella.
      Sedangkan teori bumi datar sebagai pusat alam semesta, disebut Geosentris, dikemukakan pertama kali oleh Ptolemeus atau Ptolemy. Ilmuwan keturunan Yunani-Mesir yang hidup di zaman Romawi. 
        Bagaimana menurut ilmuwan muslim? mereka pun berbeda pendapat. Ibnu Sina misalnya yang berpendapat bahwa bumi datar, lalu Al-Khawarizmi yg berpendapat bulat. Perbedaan ini wajar, ilmuwan bangsa lain pun dari berbagai era juga berbeda pendapat. 
          Termasuk zaman Galileo. Perlu  diketahui, Galileo dihukum mati karena pemberontakan politik pada kekuasaan absolut gereja, bukan karena perdebatan heliosentrik atau geosentrik. Galileo sendiri telah mengkaui gagal teori heliosentriknya saat tidak berhasil memecahkan  Stellar Parallax. 

          2. Teori Gaya Gravitasi Sudah Tidak Relevan Diganti Teori Elektromagnet.

          Salah satu teori dasar dalam bumi bulat adalah adanya Gravitasi atau daya tarik bumi, adanya gravitasi bumi manusia tidak merasakan kemiringan bumi yang berbentuk bulat. Teori yang dicetuskan oleh Isaac Newton. Berdasarkan teori ini, planet-planet yang bergerak mengitari matahari pada jalurnya adalah karena gaya gravitasi antar planet.

          Menurut kaum Flatter, teori Gravitasi (yang muncul tahun 1679) ini sudah tidak relevan alias gugur ketika Nicolas Tesla tahun 1800an, menemukan teori elektromagnet. Menurut flatter, benda-benda langit berputar pada jalurnya karena pengaruh medan magnet bumi, sehingga bumi menjadi pusat tata surya. Seperti benda ini videonnya;



          Jika memang gaya gravitasi daya tarik bumi itu ada, kenapa balon bisa terbang ke udara?. Saat membahas soal balon ini, tentunya teori grafitasi menjadi tidak relevan karena yang dibicarakan menjadi teori berat massa Archimedes (muncul tahun ). Jika massa-nya ringan akan terbang, jika berat akan jatuh

          Menurut flatter manusia bisa berpijak di bumi, selain karena berat massa manusia yang memang lebih berat dari massa udara juga karena adanya medan magnet bumi. 

          Bila demikian, kenapa bulan, matahari dan benda-benda langit lainya tidak menabrak bumi yg katanya magnet besar? ya seperti halnya di video di atas. Benda-benda langit lainya dalam pengaruh medan elektromagnet bumi sehingga mereka semuanya mengitari bumi pada jalurnya. Bukan saling beradu gravitasi.

          3. Bumi Memiliki Kubah Langit dan Dinding Bumi Yang Tak Dapat Ditembus.
          Pertanyaan yang sering muncul jika bumi adalah datang adalah adanya tepi jurang. Menurut teori flatter, bumi memiliki dinding dan kubah yang kasat mata. Kubah bumi tak akan bisa ditembus oleh benda apapun yang dibuat manusia, roket, jet sampai rudal nuklir juga gak bakal tembus. Mereka sudah mencoba sendiri menembakkan roket ke angkasa berikut videonya;

          Bagaimana soal dinding bumi? dinding bumi secara nyata adalah dinding salju antartika.
          Manusia tak akan bisa melintasi atau menyebrangi antartika. Setiap usaha manusia melintasi dinding es antartika ujung-ujungnya manusia hanya akan mengitari dinding bumi karena kepentok dinding elektromagnetik bumi secara tidak sadar. 
          Begini gambar imajiner flat earth dengan kubah langit.

          Tapi ada juga flatter yang beranggapan bahwa ada kehidupan lain di sisi dinding es Antartika. Jadi di Bumi ini ada alien? bisa jadi, karena sebagai pusat galaksi ukuran bumi sangat luas sedang manusia hanya hidup di salah satu kawah bumi saja. (wkwkwk jadi migren nih).. wah malah jadi ingat film dokter strange, tentang sekumpulan mahluk hidup yang meyakini tinggal di dunia ternyata hanya hidup di dalam pucuk bunga.

          Kira-kira seperti bentuk bumi menurut sebagian flatter yang berasumsi bahwa ada kehidupan lain di bagian bumi.

          4. Kutub Utara sebagai pusat bumi, Terbang dari timur ke barat akan kembali ke tempat semula.

          Lalu bagaimana bila kita terbang dari utara ke selatan? nagh sampai sekarang belum ada yg mencoba terbang melintasi wilayah antartika atau kutub selatan. Sedangkan untuk kutub utara sudah biasa dilintasi.

          Qantas maskapai penerbangan Australia, menawarkan penerbangan ke Antartika tapi hanya melintasi gunung Gunung Erebus. Sempat ada rute penerbangan langsung melintasi tepi Antartika dari Australia ke Chile tapi rute ini hanya bertahan dari tahun 2000-2010.


          5. Rasi-rasi bintang tidak berubah

          Rasi-rasi bintang yang digunakan dalam navigasi kapal tidak pernah berubah. Semuanya bergerak sesuai jalurnya. Padahal bila bumi bergerak mengelilingi matahari seharusnya formasi rasi berubah, inilah yg disebut dengan stellar parallax yang hasilnya selalu negatif dalam teori heliosentris.


          Apa sih stellar parallax ? Yaitu saat kita memandang obyek dari posisi yang berbeda, tentunya hasilnya juga berbeda kan?. Misal di bulan januari Bumi berada di sisi kiri matahari, tentu formasi bintang akan berbeda ketika bulan Juli saat bumi berada di sisi kanan matahari.

          Dalam teori bumi datar, formasi rasi-rasi bintang tidak berubah, mereka  mengitari kubah langit bumi sesuai lintasan dan formasinya. Hanya ada satu rasi bintang yang tak berputar yaitu rasi bintang utara yang letaknya tepat di atas kutub utara. Selama berabad-abad, rasi-rasi bintang ini memandu perjalanan di laut.


          Gambar diatas fotografi long exposure tentang pergerakan bintang-bintang mengeliling bumi. Ada satu bintang yg tetap tak berputar yaitu bintang utara. Logikanya juga jika memotret ke arah timur seharusnya garis cahaya melintas di atas kepala bukannya menyamping seperti ini. Ini bukti nyata lho dan para fotografer mahir sangat memahami tehnik foto tersebut.

          6. Ukuran Matahari lebih kecil dan jaraknya lebih dekat.

          Siang dan malam terjadi seperti pusaran yin-yang dalam filosofi China.


          7. Teori Bumi Datar tidak berafiliasi dengan agama apapun tapi meyakini adanya Sang Pencipta.

          Ketika disodorkan tentang teori bumi datar, biasanya stigma kita langsung menjudge bahwa ini pasti berasal dari dogma agama?. Biasanya langsung dituduh wahabi, ekstremis dll. Padahal aktifis flatter murni bekerja berdasarkan eksperimen ilmiah dari berbagai latar belakang agama.

          Harap dimaklumi, hampir semua agama mengajarkan bahwa bumi ini “terhampar” sebagai tikar digelar. Lalu Tuhan/Dewa-dewa memberikan hiasan di langit.

          Apa yg mereka lakukan adalah tradisi astronomi yang selama berabad-abad, dari zaman sebelum masehi sampai sekarang biasa dilakukan pecinta luar angkasa, hanya saja beda 'madzhab' sains, geosentris atau heliosentris. Teori geosentris sempat redup saat teori bumi bulat  gencar dikenalkan terutama selama masa perang Dingin hegemoni antara Amerika dan Sovyet.

          Sebagaimana halnya proses ilmiah, dua teori ini diadu melalui berbagai uji eksperimen dan eksplorasi seperti, uji kedataran air laut dengan sinar laser, menembakkan roket untuk mencoba menembus kubah bumi, sampai terbang di ketinggian batas langit dengan pesawat Mig29 untuk melihat horizon bumi, lengkung atau datar.

          Sorry terlambat di posting. Di video ini akan menjelaskan dengan sangat menarik mengenai teori konspirasi kebohongan sains modern. Sangat wajib anda nonton sampai tuntas dan pahami dengan baik.


          Sabtu, 16 Juli 2016

          Abu Nawas ? Pernah Dengar Ceritanya ? Ini Biografinya

          Abu Nawas bernama asli Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami. Dia dilahirkan pada 145 H (747 M ) di kota Ahvaz di negeri Persia (Iran sekarang), dengan darah dari ayah Arab dan ibu Persia mengalir di tubuhnya. Ayahnya bernama Hani al-Hakam. Beliau lelaki keturunan Arab yang merupakan anggota legiun militer Marwan II. Sementara ibunya bernama Jalban, wanita Persia yang bekerja sebagai pencuci kain wol. Sejak kecil ia sudah menjadi yatim. Sang ibu kemudian membawanya ke Bashrah, Irak. Di kota inilah Abu Nawas belajar berbagai ilmu pengetahuan.

          Masa mudanya penuh perilaku kontroversial yang membuat Abu Nawas tampil sebagai tokoh yang unik dalam khazanah sastra Arab Islam. Meski begitu, sajak-sajaknya juga sarat dengan nilai sprirtual, di samping cita rasa kemanusiaan dan keadilan. Abu Nawas belajar sastra Arab kepada Abu Zaid al-Anshari dan Abu Ubaidah. Ia juga belajar Al-Quran kepada Ya’qub al-Hadrami. Sementara dalam Ilmu Hadis, ia belajar kepada Abu Walid bin Ziyad, Muktamir bin Sulaiman, Yahya bin Said al-Qattan, dan Azhar bin Sa’ad as-Samman. Pertemuannya dengan penyair dari Kufah, Walibah bin Habab al-Asadi, telah memperhalus gaya bahasanya dan membawanya ke puncak kesusastraan Arab. Walibah sangat tertarik pada bakat Abu Nawas yang kemudian membawanya kembali ke Ahwaz, lalu ke Kufah. Di Kufah bakat Abu Nawas digembleng. Ahmar menyuruh Abu Nawas berdiam di pedalaman, hidup bersama orang-orang Arab Badui untuk memperdalam dan memperhalus bahasa Arab.

          Kemudian ia pindah ke Baghdad. Dalam Kumpulan Kisah Abu Nawas diceritakan Di pusat peradaban Dinasti Abbasyiah inilah ia berkumpul dengan para penyair. Berkat kehebatannya menulis puisi, Abu Nawas dapat berkenalan dengan para bangsawan. Namun karena kedekatannya dengan para bangsawan inilah puisi-puisinya pada masa itu berubah, yakni cenderung memuja dan menjilat penguasa.
          Biografi Abu Nawas diceritakan juga Dalam Al-Wasith fil Adabil ‘Arabi wa Tarikhihi, Abu Nawas digambarkan sebagai penyair multivisi, penuh canda, berlidah tajam, pengkhayal ulung, dan tokoh terkemuka sastrawan angkatan baru. Namun sayang, karya-karya ilmiahnya justru jarang dikenal di dunia intelektual. Ia hanya dipandang sebagai orang yang suka bertingkah lucu dan tidak lazim. Kepandaiannya menulis puisi menarik perhatian Khalifah Harun al-Rasyid. Melalui musikus istana, Ishaq al-Wawsuli, Abu Nawas dipanggil untuk menjadi penyair istana (sya’irul bilad).

          Sikapnya yang jenaka menjadikan perjalanan hidupnya benar-benar penuh warna. Kegemarannya bermain kata-kata dengan selera humor yang tinggi seakan menjadi legenda tersendiri dalam khazanah peradaban dunia. Kedekatannya dengan kekuasaan juga pernah menjerumuskannya ke dalam penjara. Pasalnya, suatu ketika Abu Nawas membaca puisi Kafilah Bani Mudhar yang dianggap menyinggung Khalifah. Tentu saja Khalifah murka, lantas memenjarakannya. Setelah bebas, ia berpaling dari Khalifah dan mengabdi kepada Perdana Menteri Barmak. Ia meninggalkan Baghdad setelah keluarga Barmak jatuh pada tahun 803 M. Setelah itu ia pergi ke Mesir dan menggubah puisi untuk Gubernur Mesir, Khasib bin Abdul Hamid al-Ajami. Tetapi, ia kembali lagi ke Baghdad setelah Harun al-Rasyid meninggal dan digantikan oleh Al-Amin.
          Sejak mendekam di penjara, syair-syair Abu Nawas berubah, menjadi religius. Jika sebelumnya ia sangat pongah dengan kehidupan duniawi yang penuh glamor dan hura-hura, kini ia lebih pasrah kepada kekuasaan Allah.

          Memang, pencapaiannya dalam menulis puisi diilhami kegemarannya melakukan maksiat. Tetapi, justru di jalan gelap itulah, Abu Nawas menemukan nilai-nilai ketuhanan. Sajak-sajak tobatnya bisa ditafisrkan sebagai jalan panjang menuju Tuhan. Meski dekat dengan Sultan Harun al-Rasyid, Abu Nawas tak selamanya hidup dalam kegemerlapan duniawi. Ia pernah hidup dalam kegelapan -tetapi yang justru membawa keberkahan tersendiri.

          Seorang sahabatnya, Abu Hifan bin Yusuf bin Dayah, memberi kesaksian, akhir hayat Abu Nawas sangat diwarnai dengan kegiatan ibadah. Beberapa sajaknya menguatkan hal itu. Salah satu bait puisinya yang sangat indah merupakan ungkapan rasa sesal yang amat dalam akan masa lalunya.

          Mengenai tahun meningalnya, banyak versi yang saling berbeda. Ada yang menyebutkan tahun 190 H/806 M, ada pula yang 195H/810 M, atau 196 H/811M. Sementara yang lain tahun 198H/813 M dan tahun 199 H/814 M. Konon Abu Nawas meninggal karena dianiaya oleh seseorang yang disuruh oleh keluarga Nawbakhti – yang menaruh dendam kepadanya. Ia dimakamkan di Syunizi di jantung Kota Baghdad

          Rabu, 13 Juli 2016

          Pendengar yang Baik Dapat Menasihati Orang Lain dengan Mudah

          Seorang guru biologi memulai kelasnya tentang kemampuan manusia untuk mencari sumber suara berdasarkan intensitas relatif dari suara yang diterima di kedua telinga.
          Untuk memperkenalkan topik dan membangkitkan minat siswa serta menilai pengetahuan mereka sebelumnya tentang pelajarannya, guru itu memberikan pertanyaan sederhana, “Mengapa seorang pria memiliki dua telinga dan tidak satu? Apa keuntungan khusus memiliki sepasang telinga?”
          Para siswa berpikir secara mendalam. Tiba-tiba seorang anak kecil yang cerdas berdiri dan menjawab, “Bu, mungkin untuk menyangga bingkai kacamata, bila ia memakainya.”
          Itu jawaban yang tak terduga. Ia cerdas tapi nakal. Tetapi guru itu tidak memarahinya. Ia bergabung dengna siswa lain dan menikmati setiap humor dalam jawaban. Kemudian, dengna mengajukan pertanyaan ringan, ia mengajak siswa untuk melihat konsep yang benar dan menyelesaikan pelajaran kelas.
          Tuhan memberi dua telinga untuk setiap orang, tetapi hanya satu mulut. Secara tidak langsung menunjukkan bahwa kita harus menggunakan kedua indera itu untuk mendengarkan yang lebih besar daripada berbicara. Kita bisa memecahkan masalah dari teman-teman kita dengan sabar mendengarkan mereka. Para konsultan menggunakan prinsip ini dalam pelayanan mereka.
          Motilal Nehru adalah ayah dari Jawaharlal Nehru, perdana menteri pertama India. Motilal pergi ke Wina untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit pernapasan. Ia memiliki penerjemah yang menyampaikan pesannya kepada dokter. Motilal mulai menjelaskan secara rinci sejarah penyakitnya dan perawatan yang telah dijalaninya. Dokter tidak sabar mendengarkan kisah panjang dari pasiennya itu. Menunjukkan kegelisahan, dokter meminta Motilal untuk menceritakan dengan singkat masalahnya tanpa keterangan yang tidak perlu. Motilal tidak suka perilaku dokter, maka ia memberitahu bahwa masalahnya saat ini adalah ketidaksabaran dokter. Mendengar ini, penerjemah mulai tertawa. Ketika dokter bersikeras ingin mengetahui, ia menyampaikan komentar dari Motilal itu kepada dokter. Dokter pun akhirnya tertawa dan segera situasi berubah, ia dengan sabar mendengarkan keluhan pasien, memeriksanya secara detail, dan memberinya pengobatan terbaik.
          Pendengar yang baik dapat menghibur dan menasihati orang lain dengan mudah, efisien, dan efektif. Ini adalah cara yang baik untuk memperkuat hubungan kita dengan orang lain.

          sumber : http://intisari-online.com