Kamis, 07 Agustus 2014

Mudah Cari Uang

doc tomphotowork
“Nak, sekolahnya yang benar ya, belajar yang baik supaya nanti kamu jadi orang pintar dan orang penting. Jadi orang pintar dan penting itu nak, hidupnya enak dan mudah cari uang.”
Penggalan nasehat ini sering kita dengar bahkan mungkin kita sendiri pernah menasehati anak – anak kita dengan kalimat yang sebenarnya turut menjadi andil dalam pembentukan karakter yang amburadul, mental yang korup dan sering memperdaya orang lain serta bisa menciptakan sosok penjilat tulen.
Sadis dan memang sesadis itu akibat yang bisa saja ditimbulkan kepada anak yang sering dinasehati atau hanya sekali dinasehati seperti itu tetapi langsung terpatri dalam memory kanak –kanak mereka.
Sebab penggalan nasehat itu telah mendoktrin anak kita bahwa hidup ini seakan bukan Tuhan lagi yang mengatur, melainkan keberhasilan pendidikan agar dia pintar, jadi orang penting dan kaya. Sehingga sekarang ini kita tidak perlu heran lagi bahwa mental rusak dari budaya korup terhadap apa saja yang bisa dikorup itu tumbuh subur dan sangat sulit untuk diberantas.
Pendidikan karakter yang disuarakan ternyata belum juga memberikan dampak, sebab mungkin saja tidak disertai dengan hati yang tulus untuk menerapkannya. Tetapi masih terjebak dalam bayang – bayang “wani piro project”.
Persoalan kerusakan mental ini bukan sekedar dongeng tapi kenyatan yang terpapar dengan jelas didepan mata public bahwa berapa banyak orang yang kata-katanya sering membuat kita terkesima saat dia bicara, malah berakhir tragis sebagai tahanan KPK.
“Nak..belajar yang baik, sekolah yang benar agar kelak kamu akan berguna bagi agama dan orang lain. Contohlah si…si….siapa ya ?(sambil berpikir keras sebab kesulitan cari tokoh panutan yang sekarang)…..aahh si Joko Widodo, dia lahir dari keluarga sederhana dan tetap sederhana. Jadi lurah saja tak sempat dia pikirkan eh malah Tuhan menganugrahi dia menjadi Presiden. Dan satu yang paling penting nak. Carilah rejeki yang halal dan jika kelak kamu berhasil serta hidupmu lebih baik, jangan segan untuk berbagi. Mudah- mudahan itu akan membentengimu dari segala keburukan”
Semoga penggalan nasehat yang terakhir ini bisa merupakan bentuk kontribusi pendidikan karakter terhadap masa depan anak - anak kita semua. Amiin. Wassalam.

Jumat, 09 Mei 2014

Pengetahuan, Imajinasi dan Kerja Keras

Doc. Pribadi-Anak SD dari daerah terpencil khusus.
Pendidikan bisa menciptakan manusia yang berpengetahuan tapi tidak serta merta menciptakan manusia yang memiliki imajinasi.

Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world. Demikian kata Albert Einstein tentang imajinasi.

Tapi beliau juga masih berpendapat bahwa jenius itu terdiri dari 1% imajinasi dan 99% keringat.

Semoga arah pendidikan kita dalam menerapkan kurikulumnya mau berdasar pada  ungkapan sederhana dari seseorang yang brilliant ini.

Bahwa apapun nama kurikulumnya, grand design pendidikan bangsa ini harus dapat membentuk manusia yang berpengetahuan, mampu berimajinasi melalui keilmuannya dan mau bekerja keras untuk mewujudkannya.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2014. Salam


Sabtu, 19 April 2014

Dari Ajang O2SN dan FLS2N

O2SN adalah singkatan dari Olimpiade Olahraga Siswa Nasional dan FLS2N merupakan singkatan dari Festival Lomba Seni Siswa Nasional merupakan ajang kompetisi yang dicanangkan secara Nasional dan diseleksi dari tingkat Daerah.
Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pendidikan Nasional menyelenggarakan event ini setiap tahunnya dan pada tahun 2014 dilaksanakan sedikit istimewa dan lebih meriah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dengan banyaknya pihak swasta, BUMN dan instansi pemerintah lainnya yang ingin menjadi bagian dari event tersebut.
Diantara pihak swasta yang mengambil bagian terbesar, Telkomsel tampil sebagai primadona dengan menyediakan layanan internet murah untuk sekolah yang disahkan melalui MOU antara pihak Telkomsel dan Dinas Pendidikan Nasional Kab. Gorontalo.
Bupati GorontaloDavid Bobihoe menyaksikan penanda tanganan MOU ini dan berharap agar pada pelaksanaannya Telkomsel sebagai vendor telekomunikasi yang besar di Indonesia khususnya wilayah timur, dapat memberikan akses komunikasi yang murah dan bermanfaat untuk pendidikan secara umum.
Dalam kesempatan ini pula Bupati Gorontalo yang ikut berbasah-basah dengan peserta menegaskan bahwa, O2SN dan FLS2N ini bukan menjadi pertarungan siapa yang kalah dan menang melainkan menjadikannya sebagai ajang silaturahmi antar sekolah se Kabupaten Gorontalo dan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran dalam berkompetisi.
Foto-foto pada kegiatan openingnya dapat dilihat di bawah ini walaupun beberapa foto kurang tajam disebabkan hujan yang terus mengguyur selama pelaksanaannya. Semoga berkenan…salam.



























Dan foto teman panitia yang berperan dibalik suksesnya acara ini...........